Kisah sang bocah penjual coklat


lollypop1.pngMungkin untuk mendapatkan untung 200.000 perbulan untuk orang dewasa sangatlah kecil. apalagi untuk para pengusaha/pebisnis uang mungkin segitu belum menutupi modal yang dikeluarkan. Tapi untuk bocah kelas 6 SD (di salah satu SD Islam Terpadu di Bekasi) itu sangatlah besar & bermanfaat karena uang segitu dapat menambahkan uang jajan, dan tabungannya untuk bayar iuran sekolah perbulan.

Berawal dari kami mencoba untuk menawarkan kesalah seorang teman yang pekerjaannya sebagai guru di soekolah SMP IT di bekasi untuk coba di tawarkan jualan di sekolahnya. Ternyata keponakan sang guru tsb yang bernama Didi sangat tertarik dengan coklat yang kami bawa.
“Emang berapaan harga coklat satunya, tante?” celoteh Didi, “Cuma 2.000 Rupiah kok Di, kamu mau? nih tante kasih satu cobain” kata saya.
Wah ini mah di kantin koperasi juga udah ada yang jual tante, harganya juga sama segitu cuma hanya 2 warna coklat ama putih tapi agak kecil” kata Didi sambil mengunyah coklat yang memang berwarna warni. “Enak deh tante, rasa Strowberry ya?”. “Boleh nggak didi bawain dulu 10 biji buat Didi tawarin ke temen temen?” katanya. “Boleh, nih kebetulan tante bawa agak banyak, kalau mau coba aja jual 2.500 per batangnya”

Keesok harinya sang guru sms ke kami yang isinya “Mbak, Didi pesan lagi 20 batang, soalnya coklat kemarin laku tuh di jual ke temen temennya”.
Setelah malam hari nya kami antar ke rumahnya, ke esok harinya sang guru sms lagi yang isinya “Mbak, hari sabtu ada bazar di sekolah Didi, didi mo pasang stand coklat di bazar tsb, sama kalo bisa ada coklat pralinenya yang bentuk love pesanan temennya Didi”. alhasil kami coba bikinkan 100 pcs untuk stand coklatnya didi dan beberapa coklat praline yang kami kemas berbentuk love seharga 7.000 Rupiah, lalu kami hantarkan lagi kerumahnya sambil meminta uang hasil penjualan Didi dipotong 500 perak per coklatnya, sambil bertanya emang “Didi jualannya dimana?”. “Pas keluar istirahat Didi tarok aja di meja kelas, langsung abis tuh tante di beli ama temen temen Didi, Pesenan coklat Lovenya enggak lupa kan Tante? soalnya buat pesanan temen Didi buat pacarnya”. Aku yang denger omongan didi sedikit tertawa “Masih SD kok pacaran :D

Pas hari Sabtu siang kami coba berkunjung ke Bazar sekolah Didi, ternyata didi berhasil menjual 75 batang coklat lollypop dalam 3 jam.
Disana pun saya bertemu Ibunya Didi dimana Ibunya senang sekali ternyata Didi mau berusaha sendiri tanpa minta uang jajan lagi sama saya.
Walhasil setiap minggu nya kami harus menyetok 100 pcs coklat lollypop ke Didi untuk di jual sama Didi. dimana kami bikin 5 bungkus dimana setiap bungkusnya kami isi 20 pcs coklat lollypop. Jadi setiap minggu nya didi mendapatkan uang saku dari hasil penjualannya sebesar 500 perak x 100 pcs = Rp. 50.000 Jadi penghasilan Didi sebulan sebesar 200.000 rupiah.

Kami sangat senang selain Orderan kami lancar juga dapat memberikan manfaat kepada seorang Bocah kecil yang mendapatkan uang dari hasil jerih payahnya menjual coklat. Semoga coklat kami pun menjadi manfaat kepada orang lain…..Amin.

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

sis, aku boleh jadi reseller coklat edible???

luar biasa bisa mewujudkan lapangan kerja baru dan bisa melatih anak anak untuk mandiri…lanjutkan